Cek Slip Gaji Palsu: 6 Tanda yang Bisa Diperiksa Tanpa Menelepon HRD

Slip gaji adalah salah satu dokumen yang paling mudah dibuat ulang. Templatnya beredar luas, angkanya tinggal diketik, dan hasilnya terlihat rapi. Menelepon HRD memang cara verifikasi yang paling langsung, tetapi tidak selalu mudah: nomornya tidak diangkat, petugasnya enggan memberi informasi, atau berkas yang menunggu sudah menumpuk.
Tulisan ini membahas enam pemeriksaan untuk cek slip gaji palsu yang bisa Anda lakukan dari meja sendiri, hanya dengan slip gaji dan mutasi rekening peminjam. Tidak ada satu pun yang membuktikan pemalsuan. Semuanya adalah sinyal, yaitu alasan untuk bertanya lebih lanjut sebelum kredit diputuskan.
1. Format dan konsistensi antarbulan
Mintalah slip gaji untuk beberapa bulan berturut-turut, bukan hanya satu. Slip dari sistem penggajian perusahaan biasanya sangat konsisten dari bulan ke bulan, karena dicetak oleh aplikasi yang sama.
Hal yang perlu dibandingkan:
- nama perusahaan, alamat, dan logo, termasuk ejaannya;
- nomor induk karyawan, jabatan, dan nama departemen;
- urutan komponen gaji dan potongan;
- jenis huruf, perataan angka, dan posisi tanda tangan atau cap;
- periode gaji dan tanggal cetak yang masuk akal.
Yang patut ditanyakan adalah perbedaan kecil di tempat yang seharusnya sama: satu bulan memakai huruf berbeda, satu angka tidak rata dengan angka di atasnya, atau nama jabatan berubah tanpa ada kenaikan gaji. Sebaliknya, beberapa slip yang identik sampai ke angka lembur dan tanggal cetaknya juga aneh, karena slip asli hampir selalu memuat sedikit variasi.
2. Penjumlahan yang tidak cocok
Ini pemeriksaan yang paling sederhana dan paling sering dilewatkan. Slip gaji yang dibuat dari sistem penggajian hampir selalu menjumlah dengan benar. Slip yang angkanya diubah satu per satu sering tidak.
Hitung ulang dua hal:
- gaji pokok ditambah semua tunjangan harus sama dengan total pendapatan (bruto);
- total pendapatan dikurangi semua potongan harus sama dengan gaji bersih (neto).
Misalnya, gaji pokok Rp7.000.000, tunjangan transport Rp750.000, dan tunjangan makan Rp750.000 seharusnya menghasilkan bruto Rp8.500.000. Jika slip menulis bruto Rp9.500.000, ada kemungkinan satu angka diubah tanpa menyesuaikan angka lainnya. Selisih seperti ini mudah terlewat ketika mata hanya membaca baris gaji bersih.
3. Angka yang terlalu bulat
Gaji bersih yang tepat Rp10.000.000 setiap bulan bukan mustahil, tetapi jarang. Potongan yang dihitung dari persentase gaji, ditambah lembur atau insentif yang berubah-ubah, biasanya menghasilkan angka bersih yang tidak bulat.
Perhatikan pola berikut:
- gaji bersih bulat sempurna, padahal ada potongan yang seharusnya dihitung dari persentase;
- semua komponen bulat ke jutaan atau ratusan ribu;
- angka lembur, insentif, atau komisi yang sama persis setiap bulan.
Angka bulat saja belum cukup untuk curiga. Beberapa perusahaan memang memberi gaji dengan nilai tetap dan menanggung potongan tertentu. Tanyakan ketika angka bulat muncul bersama tanda lain dalam daftar ini.
4. Potongan yang tidak masuk akal
Slip gaji karyawan formal biasanya memuat potongan seperti iuran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PPh 21. Besarnya bergantung pada aturan yang berlaku, status karyawan, dan kebijakan perusahaan, dan tarifnya dapat berubah. Karena itu jangan mengandalkan angka hafalan; rujuk aturan terbaru jika ingin menghitung ulang.
Yang bisa dicek tanpa menghitung tarif:
- Potongan tidak ada sama sekali pada gaji yang cukup besar di perusahaan yang terlihat formal.
- Potongan tidak ikut berubah ketika gaji bruto berubah. Jika bruto naik, potongan berbasis persentase biasanya ikut naik.
- Potongan yang tidak lazim, misalnya cicilan koperasi yang besar, tetapi peminjam menyatakan tidak punya utang lain.
- Potongan terlalu kecil dibandingkan gaji, sehingga gaji bersih tampak lebih tinggi.
Potongan pinjaman koperasi atau kasbon di slip gaji juga informasi yang berguna, bukan hanya tanda bahaya. Kewajiban seperti ini bisa tidak muncul di SLIK OJK, jadi perlu masuk ke hitungan kemampuan bayar.
5. Cocokkan dengan kredit gaji di mutasi rekening
Pemeriksaan paling kuat adalah membandingkan slip dengan uang yang benar-benar masuk ke rekening. Gaji bersih di slip seharusnya muncul sebagai kredit di mutasi rekening, dengan pola yang konsisten.
| Yang dicek | Wajar | Alasan untuk bertanya |
|---|---|---|
| Jumlah | Sama dengan gaji bersih, atau selisihnya bisa dijelaskan | Kredit jauh lebih kecil dari gaji bersih di slip |
| Tanggal | Sekitar tanggal yang sama setiap bulan | Tanggal berpindah-pindah tanpa pola |
| Pengirim | Rekening perusahaan atau keterangan payroll | Transfer dari rekening pribadi, atau setoran tunai |
| Frekuensi | Satu kredit gaji per bulan | Gaji dipecah menjadi beberapa transfer kecil |
Ada alasan sah ketika keduanya tidak sama persis. Gaji bisa dibagi ke dua rekening, tunjangan dibayar terpisah, atau penggantian biaya ikut masuk di tanggal yang sama. Yang penting adalah peminjam bisa menjelaskan selisihnya, dan penjelasan itu bisa ditelusuri.
Jika slip menyebut gaji bersih Rp12.000.000 tetapi mutasi hanya menunjukkan kredit Rp7.000.000 setiap bulan, tanyakan ke mana sisanya. Pemeriksaan ini juga dibahas di tulisan kami sebelumnya, 7 Tanda di Mutasi Rekening yang Perlu Dicek Ulang Sebelum Kredit Disetujui.
6. Tanda di file PDF-nya sendiri
Jika slip gaji dikirim sebagai PDF elektronik, file itu sendiri bisa memberi petunjuk. Properti dokumen mencatat informasi seperti aplikasi pembuat dan tanggal dibuat atau diubah. Slip yang dibuat sistem penggajian biasanya memiliki pola yang sama untuk semua bulannya.
Alasan untuk bertanya antara lain:
- tanggal ubah jauh setelah tanggal cetak, atau setelah tanggal pengajuan;
- aplikasi pembuat berbeda antara satu bulan dan bulan berikutnya;
- teks yang terlihat sama tetapi ternyata bagian dari gambar, sementara teks lainnya bisa dipilih.
Hati-hati menarik kesimpulan. Banyak perusahaan kecil memang membuat slip gaji dengan aplikasi perkantoran biasa, dan foto atau hasil scan tidak membawa informasi ini sama sekali. Perlakukan temuan di file sebagai satu sinyal di antara yang lain.
Kapan tetap perlu menghubungi HRD
Pemeriksaan di atas membantu Anda memutuskan berkas mana yang perlu diverifikasi lebih jauh. Menghubungi HRD atau meminta surat keterangan kerja tetap layak dilakukan ketika beberapa tanda muncul bersamaan, ketika kredit gaji di mutasi tidak bisa dijelaskan, atau ketika plafon yang diajukan besar dibandingkan penghasilan.
Ringkasan pemeriksaan
| No | Pemeriksaan | Yang dicari |
|---|---|---|
| 1 | Format antarbulan | Perbedaan kecil di bagian yang seharusnya sama |
| 2 | Penjumlahan | Bruto dan neto yang tidak cocok dengan komponennya |
| 3 | Angka bulat | Neto bulat dan lembur yang sama persis setiap bulan |
| 4 | Potongan | Potongan hilang, tetap, atau tidak sebanding dengan gaji |
| 5 | Kredit gaji di mutasi | Jumlah, tanggal, dan pengirim yang tidak cocok |
| 6 | File PDF | Tanggal ubah dan aplikasi pembuat yang janggal |
Memeriksa slip gaji bersama dokumen lain
Mutasi membaca slip gaji dan mutasi rekening, lalu mencocokkan gaji bersih di slip dengan kredit gaji di rekening. Mutasi juga memeriksa penjumlahan di dokumen dan mencari tanda bahwa PDF telah diubah. Sinyal yang perlu ditanyakan ditandai untuk analis; keputusan tetap di tangan Anda.
Coba dengan berkas Anda sendiri di sandbox Mutasi, dengan 500 halaman gratis.


