Kolektibilitas Kredit 1 sampai 5: Arti Setiap Kol dan Dampaknya ke Keputusan Kredit

Hampir setiap analis kredit di Indonesia bisa menyebut lima tingkat kolektibilitas tanpa berpikir. Yang lebih jarang dibahas adalah apa arti setiap tingkat itu bagi keputusan yang sedang Anda ambil, dan mengapa satu angka kol di bulan terakhir bisa menyesatkan.
Tulisan ini membahas kolektibilitas kredit dari Kol 1 sampai Kol 5: arti setiap kategori, rentang tunggakan yang umum dipakai, hal-hal yang membuat kol tidak selalu sama dengan jumlah hari keterlambatan, dan cara membaca riwayatnya sebelum memutuskan.
Apa itu kolektibilitas
Kolektibilitas adalah penggolongan kualitas kredit berdasarkan kemampuan debitur membayar pokok dan bunga. Lembaga pelapor menetapkannya untuk setiap fasilitas, lalu melaporkannya ke SLIK OJK setiap bulan. Karena itu satu peminjam bisa memiliki kol yang berbeda di setiap fasilitas dan di setiap lembaga.
Kategorinya ada lima, dan istilahnya sama di semua laporan:
| Kol | Nama | Rentang tunggakan yang umum dipakai bank umum |
|---|---|---|
| 1 | Lancar | Tidak ada tunggakan, pembayaran tepat waktu |
| 2 | Dalam Perhatian Khusus (DPK) | Tunggakan sampai 90 hari |
| 3 | Kurang Lancar | Tunggakan 91 sampai 120 hari |
| 4 | Diragukan | Tunggakan 121 sampai 180 hari |
| 5 | Macet | Tunggakan lebih dari 180 hari |
Rentang di atas adalah patokan yang umum dipakai bank umum. Jenis lembaga lain, seperti BPR, perusahaan pembiayaan, atau penyelenggara pinjaman daring, bisa diatur dengan ketentuan yang berbeda, dan ketentuan itu dapat diperbarui. Pastikan tim Anda merujuk aturan OJK yang terbaru untuk jenis lembaga Anda.
Arti setiap kol untuk analis
Kol 1: Lancar
Pembayaran berjalan sesuai jadwal. Kol 1 adalah titik awal yang baik, tetapi bukan jaminan. Kol 1 hanya bercerita tentang fasilitas yang dilaporkan, bukan tentang kewajiban di luar SLIK, dan bukan tentang apakah penghasilan peminjam masih cukup setelah ada cicilan baru.
Kol 2: Dalam Perhatian Khusus
Ada tunggakan, tetapi belum lama. Penyebabnya bisa sepele, misalnya tanggal gajian yang bergeser atau rekening autodebet yang kosong sehari. Bisa juga merupakan tanda awal arus kas yang mulai seret. Kol 2 sebaiknya tidak dibaca sendirian: lihat berapa kali muncul, berapa lama bertahan, dan apakah kembali ke Kol 1.
Kol 3: Kurang Lancar
Tunggakan sudah melewati batas yang biasanya bisa dijelaskan dengan keterlambatan administratif. Pertanyaan utamanya adalah apa yang terjadi, dan apakah penyebabnya sudah selesai.
Kol 4: Diragukan
Tunggakan sudah berlangsung lama dan kemungkinan pelunasan penuh mulai dipertanyakan. Tanyakan apakah ada upaya penyelesaian dengan lembaga pelapor, misalnya restrukturisasi atau penjualan agunan, dan bagaimana statusnya.
Kol 5: Macet
Kredit dianggap bermasalah serius. Fasilitas Kol 5 yang sudah diselesaikan pun tetap meninggalkan jejak di riwayat laporan, dan analis perlu tahu bagaimana penyelesaiannya: lunas, diselesaikan dengan keringanan, atau dihapus buku oleh lembaga pelapor.
Kol tidak selalu sama dengan jumlah hari tunggakan
Tabel rentang hari di atas memudahkan, tetapi ada beberapa hal yang membuat kol tidak bisa dibaca semata-mata sebagai hitungan hari:
- Penilaian tidak hanya soal ketepatan bayar. Untuk kredit tertentu, terutama kredit usaha yang lebih besar, penetapan kualitas kredit juga memperhatikan prospek usaha dan kinerja debitur. Fasilitas bisa diturunkan kolnya walaupun belum lama menunggak.
- Restrukturisasi. Fasilitas yang direstrukturisasi bisa menunjukkan kol yang membaik setelah syaratnya diubah. Catat kapan restrukturisasi terjadi dan bagaimana pembayaran sesudahnya.
- Perbedaan antar-lembaga. Satu peminjam bisa Kol 1 di satu bank dan Kol 2 di lembaga lain pada bulan yang sama. Lihat semua fasilitas, bukan hanya fasilitas terbesar.
Karena itu, selain kol, perhatikan juga kolom tunggakan pokok, tunggakan bunga, dan jumlah hari keterlambatan bila dilaporkan.
Baca riwayatnya, bukan hanya kol terakhir
Laporan SLIK menampilkan kol per bulan untuk setiap fasilitas. Riwayat ini sering lebih informatif daripada kol terakhir. Contoh berikut dibuat untuk ilustrasi:
| Peminjam | Kol 12 bulan terakhir (terlama ke terbaru) | Cara membacanya |
|---|---|---|
| A | 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 | Pembayaran konsisten |
| B | 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 | Sesekali terlambat, cepat kembali lancar |
| C | 1 1 1 1 1 1 1 2 2 3 2 1 | Masalah berturut-turut beberapa bulan, baru pulih |
| D | 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 | Baru mulai terlambat menjelang pengajuan |
Peminjam A, B, dan C sama-sama Kol 1 pada bulan terakhir, tetapi ceritanya berbeda. B mungkin hanya punya jadwal gajian yang tidak pas dengan tanggal jatuh tempo. C pernah mengalami masalah yang cukup lama dan baru saja keluar darinya. D masih Kol 2, tetapi polanya justru yang paling perlu ditanyakan karena arahnya memburuk tepat saat ia mengajukan kredit baru.
Beberapa pola lain yang layak diperhatikan:
- Kol yang memburuk serentak di beberapa fasilitas. Biasanya menandakan tekanan keuangan yang menyeluruh, bukan sekadar lupa membayar.
- Kol 2 yang muncul di bulan yang sama setiap tahun. Bisa menandakan arus kas musiman, yang wajar untuk sebagian usaha tetapi perlu diperhitungkan dalam jadwal cicilan.
- Fasilitas lama yang bermasalah lalu ditutup, diikuti fasilitas baru. Tanyakan apakah utang lama dilunasi dengan utang baru.
Dampaknya ke keputusan kredit
Setiap lembaga punya kebijakan sendiri tentang kol berapa yang masih dapat diterima, berapa lama riwayat yang diperiksa, dan pengecualian apa yang diperbolehkan. Di luar kebijakan itu, riwayat kol membantu Anda menentukan langkah berikutnya:
- Riwayat bersih memberi ruang untuk fokus pada kemampuan bayar: penghasilan, DSR, dan kewajiban di luar SLIK.
- Gangguan singkat yang sudah pulih adalah alasan untuk bertanya, bukan alasan otomatis untuk menolak. Penjelasan yang masuk akal dan didukung dokumen bisa cukup.
- Gangguan panjang atau berulang biasanya membutuhkan bukti bahwa penyebabnya sudah selesai, misalnya penghasilan yang kembali stabil di mutasi rekening.
- Arah yang memburuk menjelang pengajuan adalah sinyal yang paling perlu ditelusuri sebelum keputusan diambil.
Beberapa pertanyaan yang biasanya membuka percakapan dengan peminjam:
- "Fasilitas ini sempat Kol 3 beberapa bulan. Apa yang terjadi waktu itu?"
- "Dua bulan terakhir ada keterlambatan. Apakah ada perubahan penghasilan?"
- "Fasilitas lama ditutup bulan lalu. Dari mana dana pelunasannya?"
Jawaban atas pertanyaan terakhir sering bisa dicek langsung di mutasi rekening. Kami membahas pencocokan seperti ini di 7 tanda di mutasi rekening yang perlu dicek ulang.
Ringkasan pemeriksaan
| Langkah | Yang dicek |
|---|---|
| Semua fasilitas | Kol di setiap fasilitas dan setiap pelapor, bukan hanya yang terbesar |
| Riwayat bulanan | Berapa kali tidak Kol 1, berapa lama, dan arahnya |
| Tunggakan | Pokok, bunga, dan jumlah hari, bila dilaporkan |
| Restrukturisasi | Kapan terjadi dan bagaimana pembayaran sesudahnya |
| Fasilitas lunas | Cara penyelesaiannya |
| Dokumen lain | Penjelasan peminjam yang dapat dicocokkan dengan mutasi dan slip gaji |
Membaca kol bersama dokumen lainnya
Mutasi membaca laporan SLIK dan Pefindo, menyusun fasilitas beserta riwayat kolektibilitasnya, lalu mencocokkannya dengan mutasi rekening, slip gaji, dan laporan keuangan peminjam. Sinyal yang perlu ditanyakan ditandai untuk analis; keputusan tetap di tangan Anda.
Coba dengan berkas Anda sendiri di sandbox Mutasi, dengan 500 halaman gratis.


